Transformasikan Operasional Anda: Dari Pemeliharaan Reaktif Menuju Keunggulan Produktif.

Kami mengintegrasikan filosofi Total Productive Maintenance (TPM) yang teruji, dengan kekuatan Computerized Maintenance Management System (CMMS) yang cerdas. Untuk membuka potensi penuh aset industri Anda.
Berhenti hanya memperbaiki, saatnya mulai mengoptimalkan.

Jadwalkan Konsultasi Strategis

Apakah Anda Menghadapi Tantangan Ini Setiap Hari?

Setiap downtime adalah kerugian.
Setiap produk cacat adalah biaya.
Kami memahami tantangan yang menghambat pertumbuhan Anda.

  • Downtime Tak Terduga: Mesin berhenti di saat paling krusial, merusak jadwal produksi dan kepercayaan pelanggan.
  • Biaya Membengkak: Anggaran pemeliharaan terus meningkat tanpa hasil yang sepadan.
  • Data Tercecer: Riwayat perbaikan, data suku cadang, dan jadwal PM dikelola secara manual dan tidak terintegrasi.
  • Kualitas Tidak Konsisten: Cacat produk seringkali disebabkan oleh kondisi peralatan yang tidak terpantau.
  • Budaya Reaktif: Tim Anda sibuk "memadamkan api" alih-alih mencegahnya terjadi.

Bagian 1: Total Productive Maintenance (TPM)

TPM adalah pendekatan holistik yang bertujuan mencapai "produksi sempurna" tanpa breakdown, cacat, dan kecelakaan. Kuncinya adalah pergeseran budaya: dari "tim pemeliharaan memperbaiki" menjadi "semua orang bertanggung jawab".

8 Pilar Fondasi TPM

Autonomous Maintenance

Konsep: Memberdayakan operator produksi untuk melakukan pemeliharaan dasar (pembersihan, inspeksi, pelumasan).

Tujuan: Mendeteksi masalah dini, mencegah kerusakan, dan menumbuhkan rasa kepemilikan operator.

Contoh: Operator mengisi checklist harian via tablet, memeriksa level oli, dan melaporkan getaran aneh.

Planned Maintenance

Konsep: Menjadwalkan aktivitas pemeliharaan berdasarkan data historis dan prediksi, beralih dari reaktif ke proaktif.

Tujuan: Mengurangi downtime tak terduga dan memaksimalkan umur komponen mesin.

Contoh: Mengganti bearing setiap 2.000 jam operasi, bukan menunggu sampai rusak.

Quality Maintenance

Konsep: Fokus pada pengaturan mesin untuk memastikan produk yang dihasilkan memenuhi standar kualitas (zero defect).

Tujuan: Menghilangkan akar masalah pada mesin yang menyebabkan cacat pada produk.

Contoh: Menganalisis kondisi mesin (suhu, tekanan) yang menghasilkan cacat, lalu membuat standar untuk menjaganya.

Focused Improvement (Kaizen)

Konsep: Membentuk tim kecil lintas fungsi untuk menganalisis masalah kronis dan mencari solusi inovatif.

Tujuan: Secara bertahap menghilangkan kerugian di area produksi (downtime, setup lama, dll).

Contoh: Tim Kaizen berhasil mengurangi waktu changeover dari 1 jam menjadi 15 menit.

Early Equipment Management

Konsep: Menggunakan data dari mesin lama untuk merancang & membeli mesin baru yang lebih andal dan mudah dirawat.

Tujuan: Mencapai performa puncak lebih cepat dan mengurangi biaya siklus hidup peralatan baru.

Training and Education

Konsep: Memberikan pelatihan yang tepat kepada semua level karyawan untuk meningkatkan keterampilan yang relevan dengan TPM.

Tujuan: Memastikan semua orang memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk menjalankan perannya.

Safety, Health, & Environment

Konsep: Mengintegrasikan praktik keselamatan dan kepedulian lingkungan ke dalam semua aktivitas.

Tujuan: Menciptakan lingkungan kerja yang aman (zero accidents) dan berkelanjutan.

TPM in Administration

Konsep: Menerapkan prinsip TPM (efisiensi, standarisasi) pada fungsi pendukung seperti logistik dan pengadaan.

Tujuan: Meningkatkan efisiensi proses administratif yang mendukung kelancaran produksi.

Bagian 2: Computerized Maintenance Management System (CMMS)

CMMS adalah software yang menjadi pusat data dan platform eksekusi untuk semua aktivitas pemeliharaan. Ini adalah sistem untuk mendigitalkan, mengotomatisasi, dan mengorganisir pekerjaan yang didorong oleh filosofi TPM.

CMMS

Asset Management

Fungsi: Database terpusat untuk semua aset/mesin, berisi spesifikasi, lokasi, manual, dan riwayat pemeliharaan.

Manfaat: Memudahkan pencarian informasi, standarisasi data, dan pelacakan riwayat aset.

Work Order Management

Fungsi: Mengelola seluruh siklus hidup perintah kerja (Work Order), dari pembuatan hingga penutupan.

Manfaat: Menjamin tidak ada pekerjaan terlewat, melacak progres real-time, dan mengumpulkan data penting.

Preventive Maintenance (PM)

Fungsi: Mengotomatisasi pembuatan Work Order untuk PM berdasarkan jadwal kalender atau meteran (jam operasi).

Manfaat: Memastikan PM tepat waktu, mengurangi beban administrasi, dan mencegah kegagalan.

Inventory Management

Fungsi: Melacak ketersediaan, lokasi, dan penggunaan suku cadang dengan notifikasi stok.

Manfaat: Menghindari kehabisan stok, mengurangi stok berlebih, dan mempercepat perbaikan.

Reporting & Analytics

Fungsi: Mengumpulkan data (biaya, waktu kerja) dan menyajikannya dalam bentuk laporan dan dasbor.

Manfaat: Mengukur KPI (OEE, MTBF, MTTR), menganalisis tren, dan membuat keputusan berbasis data.

Bagian 3: Sinergi Kuat antara TPM dan CMMS

Di sinilah kekuatan sejati muncul. CMMS menyediakan infrastruktur digital untuk menjalankan pilar-pilar TPM secara efektif dan terukur.

Autonomous Maintenance
Operator dapat mengisi checklist digital via tablet dan langsung membuat laporan temuan sederhana jika ada anomali.
Planned Maintenance
CMMS menjadi inti dari penjadwalan otomatis. Data riwayat MTBF dari CMMS digunakan untuk mengoptimalkan interval jadwal PM.
Quality Maintenance
CMMS membantu mengkorelasikan data WO (misal, "kalibrasi gagal") dengan data batch produk yang cacat dari sistem lain.
Focused Improvement
Dasbor CMMS menunjukkan aset paling sering rusak (analisis Pareto) sebagai target tim Kaizen. Efektivitas perbaikan diukur dari data "Before-After" di CMMS.
Safety, Health, Environment
Prosedur keselamatan seperti Lock-Out Tag-Out (LOTO) dapat dilampirkan secara digital pada setiap Work Order di CMMS.

Kesimpulan Ahli

Memulai perjalanan TPM tanpa CMMS ibarat mencoba menavigasi kota besar tanpa peta; mungkin bisa, tetapi sangat tidak efisien dan sulit mengukur progres. Sebaliknya, mengimplementasikan CMMS tanpa filosofi TPM yang kuat hanya akan menjadi sistem pencatatan yang mahal. Keduanya, jika diimplementasikan bersama, menciptakan siklus perbaikan berkelanjutan yang didukung oleh data akurat, menghasilkan keunggulan operasional yang signifikan.

Diskusikan Implementasi Anda